Berita Hari Ini : Melipir ke Museum Bahari untuk Mengenal Lebih Jauh Sejarah Nenek Moyang Kita



(Newsteen) - “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” Semboyan itu sering sekali kita dengar dari kita masih kecil. Dan kita pun tau bahwa dulu masyarakat Indonesia mayoritas adalah pelaut, sejarahnya pun tersimpan rapih di Museum Bahari. Nah buat sobat Teeners yang mau tau lebih dalam tentang sejarah kemaritiman Indonesia bisa datang ke museum Bahari yang letaknya di jl. Pasar Ikan no.1, Sunda Kelapa, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dikesempatan kali ini saya mau sharing sama sobat Teeners tentang sejarah Museum Bahari yang beberapa waktu lalu saya datangin untuk tugas liputan kampus, oya kalo temen-temen butuh guide cukup dengan bayar 40 ribu/guide nanti temen-temen akan ditemenin keliling museum dan diberi penjelasan tentang sejarah museum Bahari ini. Okay…kita mulai ya…

Museum Bahari memang tergolong unik mulai dari segi bangunan sampai isi yang ada di dalam museum karena ornamen pada bangunan ini memiliki pintu yang besar terbuat dari kayu, baik itu jendela dan pintunya.

Menelusuri lebih dalam, bangunan yang sudah berusia tua ini akan memberikan kalian beberapa wawasan tentang kemaritiman Indonesia maupun dunia, seperti tentang seluk beluk sejarah maritim, tentang perdagangan, kapal, dan sebagainya.

Ketika memasuki museum temen-temen akan diajak kembali ke masa lalu dimana jaman beradapan kemaritiman yang masih mengunakan alat tradisional, diruangan pertama ini, saya diberikan pengetahuan mengenai sejarah kemaritiman.


Diruangan inilah saya diberikan wawasan yang memang sudah tertuang dipanil-panil yang digantung dibeberapa titik, setiap pengujung bisa membacanya. Selain itu sebuah meriam, setir pengemudi kapal, dan replika kapal phinisi yang usianya puluhan tahun juga menghiasi ruangan ini.

Pada ruangan kedua disini lebih memberikan informasi sejarah mulai dengan kegiatan yang memang dilakukan di laut. Seperti pengunaan pelabuhan, macam-macam pelabuhan, informasi mengenai pelabuhan tanjung priok dan masih banyak lagi.

Ruangan ketiga akan diajak mengenal ciri-ciri perahu dari massa prasejarah seperti perahu dimasa Majapahit, Sriwijaya, dan perahu dimasa hindu buddha sampai perahu massa kini.

Diruangan ke empat lebih mengedepakan sosok-sosok pahlawan nasional dari TNI AL, sampai pemimpin AL dari masa ke masa, dan informasi mengenai Angkatan Laut.


Selain itu tidak hanya legenda saja tapi juga terdapat navigator dunia yang terkemuka disini, seperti Ibnu Batuta, Laksamana Cheng-Ho, sedangkan kalo ingin mengetahui sejarahnya dan seperti apa sosok tersebut, Museum Bahari sudah menyediakan Katalog yang diletakkan di setiap benda, jadi tidak perlu khawatir buat sobat Teeners yang memang tidak menyewa pemandu, cukup membacanya saja.

Pengujung museum bahari bukan hanya masyarakat lokal saja loh tapi ternyata juga banyak dari mancanegara.

Debbie Fransiska H






Komentar