Berita Hari Ini : Lockdown?? Masih Tidak Perlu?


(Newsteen)  - Pada akhirnya sebuah negara akan memberlakukan kebijakan lockdown cepat atau lambat. Ini hanya masalah waktu.

Malaysia, Italia, US, awalnya mereka tidak mempertimbangkan lockdown tapi ketika mereka merasa sudah tidak sanggup, baru kebijakan ini diberlakukan.

Ketika kasus baru semakin bertambah, ketika tingkat kematian jauh lebih tinggi dan ketika kesanggupan medis sudah diambang batas. Mereka baru keluarkan kebijakan lockdown.

Paham mengapa pemerintah tidak mengambil kebijakan ini karena faktor ekonomi dan ada beberapa dari mereka yang bergantung dengan upah harian.

Namun seiring dengan bertambahnya jumlah yang terinfeksi, satu hari bahkan bisa lebih dari 100 kasus baru. Mengapa pemerintah tidak coba cara lain? Mungkin pemerintah masih ingin lihat hasil dari opsi kebijakan rapid test.

Di tambah dengan tipe masyarakat Indonesia yang kalau cuma "himbauan" ya akan tetap "nyantai" dan kalau gak ada punishment ya gak akan "ngeh"

Mobilitas akan terus berjalan dari satu daerah ke daerah lain dari satu kota ke kota lain di Indonesia.

Justru kalau dipikir makin cepat lockdown maka makin cepat pula pulihnya walaupun resiko ekonomi besar.

Wuhan hanya perlu waktu 50 hari untuk lockdown walaupun kita gak bisa samakan ini dengan Indonesia. Saat ini mereka tengah membangkitkan lagi perekonomian.

Sementara India baru saja menerapkan lockdown untuk 21 hari kedepan yang kita tahu India juga merupakan negara berkembang dengan tingkat kesenjangan tinggi dan penduduk miskin yang jumlahnya juga tak sedikit.

Padahal India per hari ini baru memiliki 727 kasus dengan tingkat kesembuhan lbh tinggi.

Ketika cara lama terbukti tidak efektif mengapa tidak tempuh cara lain?

Mau opsi lockdown atau tidak lockdown sebuah negara harus bersedia untuk berkorban. Kita tidak bisa menghindari itu.

Apakah Indonesia lebih mau mengorbankan perekonomian atau keselamatan warganya?

Ratu Tiara

Komentar